SELAMAT IDUL FITRI
MAAF LAHIR & BATHIN
"keep smiling, stay positive, and always stylish"
JURIS BRAMANTYO
TOP 10 FASHION CAPITALS 2011
1. London
2. New York
3. Paris
4. Milan
5. Los Angeles
6. Hong Kong
7.Barcelona
8. Singapore
9. Tokyo
10.Berlin
Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Sauvinisme atau sovinisme (bahasa Inggris: chauvinism) adalah ajaran atau paham mengenai cinta tanah air dan bangsa (patriotisme) yang berlebihan [1]. Makna ini kemudian diperluas hingga mencakup fanatisme ekstrem dan tak berdasar terhadap suatu kelompok yang diikuti
![]() |
| The Holy Vogue September 2007 |
"Fashion Police comments and critics on fashion and style to upgrade your looks. Face-and-Body-Police are arguing with God about His creation!"
- Juris Bramantyo, Fashion Stylist
Film yang diadaptasi dari novel karya penulis chicklit terkenal Sophie Kinsella ini menceritakan tentang Rebecca Blommwood yang kecanduan belanja! Hutangnya menumpuk di mana-mana hingga mempengaruhi kehidupan kerjanya dan sempat mengacaukan kisah cintanya.
I love the book so much! Tapi film nya agak standar, tak terlalu banyak baju indah dan gaya yg menawan. Bagusnya, film ini selalu mengingatkan kita akan dua sisi pedang. Fashion dan Belanja! Keindahan dan Bencana! Semua tergantung kita.
Sequel dari Sex and The City ini disebut-sebut tak "sedalam" yang pertama. Walaupun masih dipenuhi pakaian-pakaian designer ternama, dan masih mampu mempertahankah cast nya yang kompak, nyatanya penonton yang kebanyakan secerdas wanita-wanita New York tokoh utamanya, tetap merasa kalau viewing pleasure bukan segalanya. Ceritanya yang cenderung dangkal menuai banyak olok-olok walaupun setting di Dubai (yang sebenarnya di Marrakech) agak menolong.
Jelas dari judulnya yang merupakan jargon fashion, film ini benar-bear berada dalam lingkungan fashion. Dirilis tahun 1994, film bergenre satir comedy ini menceritakan investigasi pembunuhan dengan setting fashion show ready to wear di Paris.
Robert Altman, sang sutradara, sukses menggandeng bintang-bintang fashion yang berjaya pada masa itu untk menjadi pemeran maupun cameo. Film ini bagus karena sekaligus digunakan sebagai "studi" untuk menyimak trend di tahun 90an.
Diangkat dari serial laris produksi HBO. Dibintangi Sarah Jessica Parker, Kim Catrall, Christin Davis, dan Cynthia Nixon, empat sekawan New Yorker yang kehidupan nya dipenuhi kisah cinta, intrik pekerjaan, dan tentu saja fashion.
Sama seperti serial nya, film ini bertabur busana mewah nan stylish, sepatu pujaan wanita, serta kehidupan khas Big City dambaan semua fashionista. Salah satu scene terfavorit adalah saat Carrie didapuk untuyk menjadi model Vogue dalam sebuah photoshoot dalam berbagai wedding gown. Oscar de Larenta, Alexander McQueen, Yves Saint Laurent dan tentu saja Viviene Westwood. Lengkap pula dengan Andre Leon Talley sebagai cameo!
Inilah film yang paling baik menggambarkan kehidupan fashion, serta penuh dengan gaya fashion yang menawan! Diangkat dari novel laris Lauren Weisberger, dibintangi oleh Anne Hathaway dan Merryl Streep, film ini sukses tak hanya di box office namun juga menjadi buah bibir di dunia fashion.
Peran sang editor in chief disebut-sebut mengikuti role model Anna Wintour sang pemimpin Vogue. Walaupun mungkin tak sekejam dalam film ini, fashion memang kejam!
Film semi dokumenter ini hampir sempurna menggambarkan apa yang terjadi di balik sebuah edisi majalah fashion laris sepanjang masa. Ya, film ini tentang seluk beluk di balik Vogue US Septeber Issue. Perfeksionitas dan kejamnya fashion industri jelas tergambar di sini. September adalah tahun baru dalam dunia fashion, itu emnyebabkan bulan dan edisi ini menjadi sangat penting. Dimana trend berubah dr Srping/Summer ke Fall/Winter.
Anna Wintour ang editor in chief, Grace Coddington sang creative director, Andre Leon Talley sang editor at large, dan Hamish Bowles adalah nama-nama dibalik kesuksesan kerajaan media fashion di bawah Si Newman sang empunya Conde Nast. Tak ketinggalan fotografer terkenal sekaliber Pattrick Demarchelier dan Mario Testino, serta model Coco Rocha dan Raquel Zimmerman pun turut membintanginya. Yang lebih mengesankan adalah banyaknya desgner yang berpasrtisipasi, mulai dari Vera Wang, Gaultier, Galliano, sampai Thakoon Panichgul yang kala itu terpilih menerima Vogue Fund.
Banyak yang bilang, kisah nyata dibalik Vogue ini lah yang mendasari Devil Wears Prada.
Jika fashion adalah agama anda, Vogue kitab suci yang senantiasa anda anut, dan Anna Wintour adalah sang nabi, maka film ini wajib anda tonton!
"Banyak yang bilang, fashion sedang kebingungan. For me, Unpredictable is the fashion itself."
Juris Bramantyo, fashion stylist